Grab dan Bank BJB Jalin Kerja Sama Luncurkan Kartu ATM co-Branding

Grab dan PT. Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb), hari ini mengumumkan kerja sama strategis dimana Grab dan bank bjb meluncurkan kartu ATM co-branding dan integrasi program cicilan pajak kendaraan bermotor STNK ‘T-Samsat’ yang pertama untuk mitra pengemudi online di Indonesia. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan penyerahan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) co-branding pertama Grab dan bank bjb untuk para mitra pengemudi Grab di Kantor bank bjb, Bandung. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia dan Suartini, Direktur Konsumer dan Ritel PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk.

Melalui kerja sama ini, para mitra pengemudi Grab akan mendapatkan manfaat berupa akses terhadap layanan perbankan bank bjb dan kartu ATM co-branding Grab dan bank bjb dengan desain khusus untuk mitra pengemudi yang juga berfungsi sebagai kartu identitas mitra pengemudi dan dapat digunakan sebagai kartu diskon di berbagai merchant seperti bengkel, dealer resmi, gerai pakaian dan restoran, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu mitra pengemudi juga dapat berpartisipasi dalam program T-Samsat yang merupakan solusi pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan fasilitas cicilan selama setahun yang pertama kali diperkenalkan oleh bank bjb untuk mitra pengemudi online. Pembayaran tersebut kemudian akan didebit secara otomatis dari rekening nasabah bank bjb dan informasi terkait status pembayaran tersedia melalui ponsel. Program T-Samsat diharapkan dapat mendorong mitra pengemudi untuk taat pajak dan meningkatkan pendapatan daerah Provinsi Jawa Barat.

“Kemitraan bersama bank bjb menegaskan kepedulian kami terhadap kesejahteraan mitra pengemudi. Kolaborasi ini memungkinkan mitra pengemudi untuk memanfaatkan layanan T-Samsat yang dipelopori bank bjb untuk membayar pajak kendaraan bermotor dengan sistem cicilan dan mendapat informasi dan notifikasi pembayaran pajak dari ponsel. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban finansial mitra pengemudi dan mendukung mereka untuk lebih taat pajak.” jelas Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia. “Selain itu, mitra pengemudi di Jawa Barat dapat menikmati kemudahan untuk mengakses layanan perbankan dengan lebih mudah dengan berbagai keuntungan tambahan yang dihadirkan melalui peluncuran kartu ATM yang didesain khusus untuk para mitra pengemudi. Setiap hari kami terus berinovasi untuk mendekatkan pelanggan dan mitra pengemudi kami dengan berbagai hal yang berarti bagi mereka.”

“bank bjb hadir untuk memudahkan masyarakat dalam menggunakan layanan perbankan, khususnya bagi para mitra Grab di Jawa Barat,” ujar Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb, Suartini.

Suartini menjelaskan kerja sama ini juga sejalan dengan program pemerintah mengenai literasi dan inklusi keuangan di masyarakat melalui program Rekening bank bjb – Grab Indonesia. Program eksklusif ini akan memberikan kemudahan bagi mitra pengemudi Grab dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang bisa dicicil (T-Samsat).

“Mitra pengemudi Grab tidak perlu khawatir lupa bayar pajak karena bank bjb memberikan berbagai fitur yang memudahkan mereka sebagai nasabah bank bjb.” tambah Suartini.

Berbagai fitur ekstra rekening bank bjb dan Grab antara lain adalah gratis setoran awal, gratis tarik tunai di berbagai jaringan ATM bank bjb, gratis biaya purchase/belanja di mesin EDC, kartu ATM berupa identitas/kartu anggota co-branding bank bjb dan Grab, diskon merchant yang biasa digunakan oleh Mitra Grab, serta diikutsertakan dalam undian program khusus bank bjb dan Grab. Tambahan fitur lainnya yang diberikan bank bjb yakni fitur pembayaran klaim dan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), fitur pembayaran tagihan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan fitur pembayaran Pajak Bumi & Bangunan (PBB).

Rendahnya tingkat adopsi rekening bank di Indonesia menyebabkan banyaknya kalangan menengah di Indonesia yang belum dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital. Hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2016 menunjukkan bahwa hanya 29,7% masyarakat Indonesia yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kepercayaan yang memadai mengenai produk dan layanan keuangan (Well Literate) dan 67,8% masyarakat Indonesia yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan[1]. Kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah seperti yang dilakukan Grab dan bank bjb diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut dengan memudahkan masyarakat kelas menengah untuk mengakses layanan sektor perbankan setiap harinya.

Bagikan Berita :