GO-PAY Terus Tingkatkan Upaya Membangun Ekonomi Indonesia dari Bawah

GO-PAY, perusahaan fintech terdepan di Indonesia baru-baru ini disebut sebagai penyedia uang elektronik yang paling banyak digunakan di Indonesia berdasarkan hasil studi lembaga riset independen di bawah naungan Financial Times, ‘FT Confidential Research Mobile Payment[1]. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa GO-PAY yang juga merupakan bagian dari ekosistem GOJEK ini memimpin dengan jumlah pengguna yang mencapai hampir tiga perempat jumlah pengguna uang elektronik dibandingkan dengan uang elektronik lainnya.

Terkait dengan laporan FT Confidential Research Mobile Payment ini, Aldi Haryopratomo, CEO GO-PAY mengungkapkan bahwa pada dasarnya masyarakat membutuhkan langkah pendekatan secara komprehensif yang kemudian bisa menumbuhkan kepercayaan pada inovasi pembayaran secara digital. “Upaya ini terus didorong oleh GO-PAY secara berkelanjutan dengan memberdayakan masyarakat dan pelaku UMKM sehingga pembangunan ekonomi dari bawah bisa terwujud. Sebagai produk keuangan asli Indonesia, kami ingin mempermudah akses layanan keuangan bagi jutaan keluarga di tanah air terutama masyarakat yang memiliki akses terbatas terhadap layanan keuangan formal. Pembayaran non tunai terutama yang terkait aktivitas sehari-hari merupakan langkah pertama untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan jasa keuangan digital. Ini jelas dapat dilakukan dengan merangkul mitra-mitra rekan usaha kami untuk mengadopsi transaksi nontunai”, jelas Aldi.

Dalam beberapa tahun, GO-PAY terus berkembang dan melebarkan sayapnya ke berbagai lembaga keuangan guna menjangkau lebih banyak jenis pembayaran yang semakin memudahkan pengguna. Hingga saat ini, GO-PAY telah bermitra dengan 28 institusi keuangan, serta telah diterima di lebih dari 240.000 rekan usaha di berbagai kota di Indonesia, 40% diantaranya adalah UMKM.

Kepercayaan masyarakat akan GO-PAY sebagai pemimpin uang elektronik saat ini juga terangkum dalam Laporan Fintech 2018 DailySocial bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan platform survei JAKPAT yang menyebutkan bahwa jumlah pengguna GO-PAY mencapai 79 persen dari jumlah responden yang menggunakan layanan keuangan digital.

Hal ini juga menunjukan bahwa selama tahun 2018, GO-PAY memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan pemahaman masyarakat akan layanan keuangan digital (fintech) yang semakin tahun semakin meningkat. Berdasarkan Laporan Fintech 2018 ini sejumlah 70,63 persen masyarakat mengakui lebih paham mengenai layanan keuangan digital.

Pemahaman ini juga didukung dengan tujuh alasan, yakni kemudahan dalam penggunaan (74,90 persen), simpel (71,03 persen), efisiensi waktu (62,67 persen), tidak perlu repot pergi ke bank (48,85 persen), lebih aman (36,36 persen), adanya promo dan insentif (36,36 persen) serta pengelolaan yang lebih baik (29,82 persen).

Aldi melanjutkan, “Di luar kemudahan, kepercayaan juga merupakan kunci agar GO-PAY cepat diadopsi oleh masyarakat Indonesia, terutama komunitas UMKM yang sebelumnya belum tersentuh teknologi finansial.”Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menunjukkan bahwa UMKM telah menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan serapan tenaga kerja pada sektor UMKM mencapai 97,22 persen.

“Kami percaya bahwa akar pertumbuhan ekonomi terbesar ada di UMKM. Untuk itu kami terus berupaya untuk membantu dan mendorong UMKM untuk mulai terbiasa dengan sistem pengaturan keuangan secara digital dengan cara membangun kepercayaan mereka secara perlahan akan sistem ini dan membantu mereka agar memiliki mimpi yang lebih besar disaat yang bersamaan pula membuat ekonomi Indonesia tumbuh” jelas Aldi.

Ke depan, GO-PAY menargetkan agar semakin banyak masyarakat dan UMKM yang menggunakan layanan GO-PAY, sehingga semakin cepat akselerasi ekonomi dari bawah. Dengan demikian, menurut Aldi dengan akan semakin banyak UMKM yang tubuh maka semakin tumbuh juga ekonomi negara.

“Meningkatnya pemahaman masyarakat akan layanan keuangan digital merupakan sinyal positif yang membanggakan. Kami di GO-PAY juga merasa sangat bangga dengan respon luar biasa dari masyarakat yang menempatkan GO-PAY sebagai uang elektronik yang paling banyak digunakan di Indonesia. Semoga bersama-sama kita bisa mengakselerasi ekonomi Indonesia, mulai dari UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi negara,” tutup Aldi.

Bagikan Berita :