Grab dan Komnas Perempuan Lanjutkan Edukasi Anti-Kekerasan

Grab bekerja sama dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menggelar pelatihan anti kekerasan terhadap perempuan bagi mitra pengemudi perempuan untuk layanan GrabFood dan GrabExpress sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Grab sebagai pelopor dalam menciptakan standar keamanan platform yang tinggi di Indonesia. Sejak awal, Grab menyadari bahwa kendala utama bagi perempuan untuk dapat sepenuhnya memanfaatkan peluang ekonomi digital saat ini adalah adanya kekhawatiran akan keselamatan pribadi mereka.

International Finance Corporation pada Maret 2019 merilis sebuah laporan yang memaparkan tentang bagaimana kehadiran layanan transportasi berbasis teknologi memfasilitasi perempuan untuk dapat masuk ke dalam industri transportasi. Hampir seperempat responden perempuan yang disurvei menyatakan bahwa layanan ini telah meningkatkan rasa kemandirian mereka; dibandingkan dengan 18 persen laki-laki yang berpendapat serupa. Hal ini kemudian juga meningkatkan mobilitas sosial ekonomi mereka terutama pada ruang-ruang yang didominasi oleh laki-laki. Sejalan dengan temuan tersebut, Grab Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan inisiatif keamanan yang telah dilakukan guna menciptakan pondasi bagi ruang kerja yang lebih beragam dan inklusif.

Sesi edukasi gelombang pertama yang diikuti oleh 100 mitra pengemudi perempuan GrabFood dan GrabExpress ini merupakan kelanjutan dari kerjasama Grab dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang dijalin sejak November 2018. Sesi edukasi ini turut didukung oleh Forum Pengada Layanan Bagi Perempuan Korban Kekerasan (FPL) dan merupakan pembekalan untuk mengembangkan praktik terbaik dalam mencegah maupun menangani kekerasan seksual, serta membekali mitra pengemudi perempuan Grab terkait komitmen dan kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang dimiliki Grab Indonesia. Sebelumnya, FPL telah pula mendukung Grab Indonesia dalam melakukan Training of Trainers (ToT) untuk karyawan Grab Indonesia agar dapat kemudian berbagi pengetahuan dengan para mitra pengemudi.

Pada kesempatan yang sama, Grab juga meluncurkan armada khusus perempuan “LadyGrab” untuk kedua layanan GrabExpress dan GrabFood di wilayah Jabodetabek. Inisiatif ini merupakan langkah yang diambil guna menciptakan keseharian yang lebih aman bagi pengemudi perempuan. Selain dibekali dengan pelatihan anti kekerasan terhadap perempuan, Mitra “LadyGrab” juga akan diberikan atribut khusus untuk menunjang aktivitas kerja mereka.

Ketika ASEAN diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030, Asian Development Bank (ADB) juga memperkirakan bahwa perempuan di Asia rata-rata memiliki peluang 70% lebih kecil dibandingkan laki-laki untuk bergabung dengan angkatan kerja. Kesenjangan gender ini tetap ada meskipun pertumbuhan ekonomi stabil, peluang mendapatkan pendidikan sudah meningkat, serta adanya keinginan untuk memperoleh pekerjaan dari sebagian besar perempuan pada usia produktif.

Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia mengatakan, “Keamanan merupakan prioritas kami dan merupakan solusi yang kami tawarkan sejak Grab pertama didirikan 7 tahun lalu. Sebagai everyday everything app yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan harian masyarakat, kami terus berupaya memperluas komitmen keamanan kami ke seluruh ekosistem Grab – mulai dari pengiriman makanan, logistik hingga pembayaran tanpa uang tunai, dan kami berkomitmen untuk terus melakukannya. Hari ini kami senang dapat meningkatkan dukungan kami terhadap mitra perempuan melalui peluncuran LadyGrab dan memotivasi mereka untuk mengejar aspirasinya.”

Azriana Manalu, Ketua Komnas Perempuan Periode 2014 – 2019 menyatakan, “Kemitraan strategis yang kami jalin dengan Grab adalah wujud dari komitmen bersama kami dalam melibatkan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem bekerja yang aman dan nyaman bagi mitra pengemudi perempuan. Upaya penghapusan kekerasan seksual baik fisik maupun verbal adalah tanggung jawab semua pihak. Kami menyambut baik dan tentunya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Grab selama ini dan masa mendatang demi meningkatkan keselamatan perempuan. Kami juga berharap pelatihan dan diskusi kali ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif agar para mitra pengemudi, khususnya perempuan dapat bekerja dengan lebih semangat dan produktif tanpa ada rasa khawatir tentang keselamatan dan keamanan di tempat kerja dan perjalanan”.

Sejak awal tahun 2018, berbagai fitur keamanan bagi mitra pengemudi dan pelanggan telah diperkenalkan oleh Grab di Indonesia termasuk fitur Verifikasi Wajah, Tombol Darurat, Bagikan Lokasi Perjalanan, dan juga Free Call menggunakan Voice Over Internet Protocol (VoIP). Jika dibandingkan dengan standar kualitas layanan minimum yang ditetapkan oleh regulator untuk memantau kinerja layanan dan keselamatan pada industri taksi di Singapura, layanan ride-hailing Grab tercatat 1,8 kali lebih aman dalam hal kecelakaan yang melibatkan pengemudi dan 2 kali lebih aman dalam hal kekerasan yang melibatkan pengemudi di Asia Tenggara.

Grab juga telah bekerja sama dengan Yayasan Pulih, sebuah organisasi nirlaba di Indonesia yang menyediakan konselor psikososial sosial bagi para korban kekerasan seksual, untuk melatih tim Customer Experience Grab tentang pertolongan pertama psikologis ketika dihadapkan dengan insiden kekerasan seksual. “Karena aman, kini mitra pengemudi dan penumpang selalu bisa mengejar berbagai hal yang berarti bagi mereka tanpa rasa ragu lagi,” tutup Neneng.

Bagikan Berita :