Keong Sawah Makanan Favorit Jika Mudik Ke Purwokerto

Jika
kamu adalah orang Jawa Tengah dan ingin pulang kampung saat lebaran nanti, tak
ada salahnya kamu mampir dan mencicipi salah satu panganan khas Purwokerto
selain mendoan dan nopia, yaitu Kraca alias Keong Sawah.

Salah
satu penjual kraca yang paling diburu pemudik adalah Warung Keong di Jalan
Kauman Lama, RT 02/RW 06, Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur.

Pemilik
warung, Chamlani (57) terkenal di kalangan warga Purwokerto. Tiap hari, sejumlah
pelanggan mengantri untuk membeli olahan keong yang masih hangat.

“Di
Banyumas sudah jadi tradisi, saat puasa menyantap hidangan keong. Saya sampai
kewalahan menuruti permintaan yang berlebih,” tutur Kusnani, istri
Chamlani yang dikutip dari Tribun Jateng pada Jumat lalu.

Ramadhan
adalah bulan paling sibuk bagi keluarganya lantaran pekerjaan bertambah. Mereka
nyaris tak pernah istirahat demi meladeni permintaan penggemar panganan
berprotein tinggi ini.

Permintaan
keong di bulan Ramadhan meningkat hingga 500 persen dibanding hari biasa. Jika
hari biasa Kusnani hanya masak 15-25 kilogram keong, maka pada bulan Ramadhan
ia dan suaminya mampu menghabiskan 100 kilogram keong masak. Omset penjualannya
pun meningkat tajam hingga Rp 5 juta per hari.

Harganya
pun cukup terjangkau. Per kilogram keong dihargai Rp 40.000, atau membeli per
porsi dengan berat tiga ons hanya dengan harga Rp 15.000.

Chamlani
memulai usaha tersebut sejak tahun 1995. Ia memanfaatkan bakat istrinya yang
gemar dan pandai memasak keong.

Pada
awal membuka usaha, Chamlani hanya mampu menjual 5 kilogram keong perhari.
Warungnya hanya buka saat bulan Ramadhan karena permintaan keong musiman.

Bisnis
masakan keong mulai bergairah setelah sejumlah media massa mengekspos kuliner
khas Purwokerto tersebut tahun 2004. Banyak pelanggan dari luar kota yang
datang ke Purwokerto untuk mampir ke warungnya.

Anda
berminat mencoba makanan penuh gizi ini? Selamat mencoba!

Bagikan Berita :