KIOS Tembus Kenaikan Penjualan 4.307 Persen di 2017

Perusahaan teknologi Online-to-Offline (O2O) e-commerce pertama di Indonesia PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (KIOS) hari ini mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan beberapa agenda seperti pengumuman laporan keuangan 2017 dan pergantian jajaran direksi.

Perusahaan yang fokus menjembatani underserved market di kota lapis kedua dan ketiga dalam bertransaksi lewat layanan digital ini semakin menunjukkan kinerja yang positif pasca mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun lalu. Menyasar pengusaha mikro dan ultra mikro di daerah, Kioson terus mencatatkan peningkatan yang progresif.

Tercatat sepanjang tahun 2017 penjualan Perseroan naik sebesar 4.307 persen menjadi Rp 1,13 Triliun (yoy). Bahkan, jika dilihat pada perbandingan per kuartal, penjualan Kioson di kuartal I 2018 naik 3,575,6 persen persen menjadi Rp 658,31 Milyar dari Rp 17,91 Milyar di kuartal I 2017. Layanan yang memberikan kontribusi terbanyak antara lain berasal dari PPOB (Payment Point Online Bank) dan penjualan produk digital.

Keputusan Kioson yang mantap melantai di bursa meski di tengah kondisi keuangan yang defisit terbukti menjadi langkah strategis dimana pada tahun 2017 laba bersih perusahaan naik 126 persen menjadi Rp 2,94 Milyar (yoy).

Direktur Utama Kioson Jasin Halim menyatakan, pencapaian di tahun 2017 merupakan hasil dari kerja keras Perseroan dalam menjaga kepercayaan para investor dan stakeholders. ”Kami sangat bangga dengan pencapaian Perseroan di tahun 2017. Hal ini merupakan sinyal positif khususnya bagi investor ritel yang ingin berinvestasi bersama Kioson. Peningkatan penjualan yang signifikan serta pembukuan laba menunjukkan bahwa langkah kami untuk menghimpun pendanaan dari publik sudah sangat tepat. Kedepan, kami akan fokus menjaga kualitas layanan kepada para mitra, pelanggan dan tentunya kepercayaan investor,” tutur Jasin.

Selain mengumumkan laporan keuangan tahunannya, hasil RUPST Kioson juga meresmikan perubahan susunan direksi sebagai berikut:

  • Direktur Utama merangkap Direktur Keuangan: Jasin Halim
  • Direktur: Bernard Martian
  • Direktur Operasional: Brian Limiardi
  • Direktur Independen: Andhyka Fadjar G

Memasuki pertengahan tahun 2018, Perseroan telah memetakan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan layanan kepada penggunanya. “Kami telah merancang lima strategi utama yang akan dijalankan tahun ini, yakni penambahan jumlah mitra, penambahan jumlah produk dan layanan, inovasi layanan konsumen di chanel online dan offline, peningkatan jumlah pengguna dan improvisasi teknologi,” ucap Jasin.

Secara khusus, guna terus meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan kios serta penguatan penetrasi digital di daerah, Kioson mengadakan pelatihan rutin dan berkelanjutan untuk team sales serta membangun jaringan kios di daerah.

“Hal ini kami lakukan agar para pemilik kios mudah memahami produk-produk di aplikasi Kioson. Para pemilik kios dan tim sales di daerah adalah tulang punggung utama bisnis kami sehingga kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan mereka senantiasa terakomodasi,” tambah Jasin.

Kioson juga terus melakukan kolaborasi dengan mitra-mitra strategis untuk menghasilkan inovasi dan layanan bagi pelanggannya. “Kami senantiasa mencari peluang bisnis baru dengan beragam latar belakang industri mitra mulai dari digital vouchers, perbankan, fintech, logistik dan e-commerce. Dengan beragam kerjasama ini, secara tidak langsung kami terus menambah daya saing Kioson agar semakin diminati oleh calon mitra,” tutup Jasin.

Kioson memproyeksikan pertumbuhan sampai akhir tahun 2018 sebesar 49.850 kios. Target ini dinilai cukup rasional mengingat sampai dengan bulan Maret 2018, jumlah mitra Kioson tercatat sejumlah 35,058 kios yang tersebar di 384 kota. Jumlah di atas melayani setidaknya empat juta pelanggan di kota-kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia.

Bagikan Berita :