Pengguna Canva Dihimbau untuk Mengganti Password

Aplikasi Canva asal Autralia baru saja menjadi sasaran peretasan oleh hacker untuk mencuri data-data pengguna di dalamnya. Berdasarkan info dari ZDNet Australia, setidaknya sudah ada 139 juta pengguna telah diretas data pribadinya. Hal ini tentunya dapat merugikan pengguna aplikasi ini.

Untuk serangan tersebut, hacker yang menamakan dirinya GnosticPlayers mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Hacker ini memang terkenal di kenal di dunia jual beli data di pasar gelap. Sejak bulan Februari 2019, ia bahkan telah menjual kurang lebih 932 juta daa pengguna. Data tersebut diperoleh dari peretasa 44 perusahaan di dunia.

“Saya berhasil men-download semuanya (data pengguna Canva) hingga tanggal 17 Mei,” kata GnosticPlayers, seperti dikutip dari Zdnet. “Mereka sudah menyadari atas pelanggaran yang saya lakukan, segera mereka menutup server database Canva,” lanjutnya.

Adapun, data yang dicuri terbilang detail, seperti nama pengguna di aplikasi, nama asli, alamat e-mail, hingga informasi tempat tinggal termasuk kota dan negaranya. Dari semua data yang berhasil dicuri, 61 juta diantaranya bahkan terlihat jelas password pengguna di dalamnya. Bahkan,  78 juta pengguna memiliki akun Gmail yang terhubung dengan Canva sehingga informasi token Google pun berhasil didapat hacker.

Canva sendiri sudah mengakui ada peretasan di aplikasinya. Mereka menyarankan pengguna Canva untuk mengganti password lama dengan yang baru.

Bagikan Berita :