​Perasaan Dua Desainer Indonesia Saat Tampil di New York Fashion Week

New York Fashion Week 2018 memang sudah berlalu. Tapi, kenangan manis dari ajang mode tahunan itu begitu membekas bagi dua desainer Indonesia, Hengki Kawilarang dan Nasya Collyer.

Pasalnya, dua desainer muda Tanah Air itu mendapatkan kesempatan untuk menampilkanterbarunya dalam salah satu rangkaian acara tersebut, yaitu ASC Fashion Week.

Tercatat, ada 15 gaun rancangan Hengki yang dipamerkan dalam ajang itu. Sedangkan untuk konsep, ia mengusung tema Glitz and Glamyang terinspirasi dari suasana kota metropolitan, sibuknya orang bekerja dengan berbagai macam profesi.

“Koleksi saya ini ready to wear. Glitz and glam ini seperti cahaya kota metropolitan yang bersinar, kadang redup atau temaram dan gaun-gaun ini sangat nyaman dipakai dengan harga yang masihterjangkau,” ujarnya dalam siaran pers.

Di sisi lain, desainer Nasya Collyer mengangkat kain tapis dari Lampung sebagai ciri khas desainnya. Dengan tema Tapis Berseri, Nasya menampilkan 12 rancangan yang dibawakan oleh 12 model. Koleksi fashion Nasya ini sekaligus mempromosikan budaya Indonesia ke kancah internasional.

“Saya baru pertama kali ikut dalam peragaan busana di kota New York dan saya ingin mengenalkan kain tapisdari Lampung yang biasanya hanya dipakai sebagai sarung untuk upacara adat, saya buat menjadi gaun-gaun yang elegan look untuk dapat dipakai pada acara ballroom atau cocktail,” tutup Nasya.

Bagikan Berita :