Riset Agoda, Ini Tiga Hal yang Akan Mudahkan Traveler Saat Berkunjung Ke Luar Negeri

Jalan-jalan ke luar negeri memang menjadi impian banyak orang. Melihat keindahan negara orang serta kemajuan teknologi yang ada di sekitarnya bisa menambah wawasan para traveler, selain juga sebagai relaksasi diri, melepas rasa penat saat aktivitas harian. Namun, berjalan-jalan ke negeri orang tidak semudah mengunjungi kota-kota di dalam negeri. Ada bebera hal yang harus diperhatikan traveler agar bisa masuk ke negara tujuan dengan aman dan nyaman.

Agoda pun melakukan riset mengenai hal ini. Kemudahan menjadi hal yang juga diimpikan banyak traveler saat berkunjung ke luar negeri. Oleh sebab itu, tren perjalanan yang akan menjadi populer di tahun-tahun berikutnya tidak akan membuat para traveler repot dan susah. Menurut Agoda, ada tiga hal yang bisa menjadi tren perjalanan baru di masa depan, yaitu perjalanan bebas paspor, aplikasi tunggal di perangkat mobile yang mendukung semua kebutuhan traveler, dan proses check-in yang bisa dilakukan dari aplikasi mobile. Tiga hal ini diyakini akan menjadi platform perjalanan digital yang dibutuhkan oleh banyak traveler.

Dengan kemajuan teknologi yang terus terjadi, aplikasi perjalanan yang revolusioner, dan konektivitas yang lebih baik, orang-orang berharap lebih banyak dari pengalaman perjalanan mereka dalam dekade berikutnya. Secara khusus, di Taiwan (50%) dan di Asia Tenggara, separuh dari seluruh responden di Indonesia (56%), Singapura (54%), Malaysia (53%), Filipina (48%) dan Thailand (48%) mempertimbangkan hal-hal tersebut sebagai standar baru dalam dekade mendatang. Hal ini berbeda dengan hanya sepertiga orang di Inggris dan Amerika Serikat (33%).

“Ini merupakan zaman keemasan teknologi bagi para wisatawan, karena teknologi dikembangkan untuk menyederhanakan cara bagi siapa pun, di mana pun untuk mencari, memesan, dan membayar tiket penerbangan, hotel, atau akomodasi liburan,” ujar Timothy Hughes, Vice President of Corporate Development di Agoda. “Para wisatawan Asia khususnya, sangat tertarik dengan, dan berharap akan, perkembangan teknologi yang meningkatkan dan menyederhanakan pengalaman perjalanan mereka,” lanjut Timothy.

Hasil riset juga mencatat bahwa satu dari tiga orang Asia Tenggara melihat check-in di aplikasi mobile sangat memudahkan mereka sehingga memungkinkan para tamu untuk melewati antrean registrasi yang panjang. Bahkan, kunci akses kamar pun bisa diunduh dan mereka bisa langsung menuju kamat untuk beristirahat. Ini akan menjadi standar baru di tahun 2020-an. Orang Singapura (54%), orang Filipina (53%), Malaysia (58%) dan Thailand (49%) yang paling mengharapkan tren ini.

Sementara itu, Singapura (50%), Vietnam (47%), Filipina (45%), China (44%), dan Australia (41%) adalah lima negara yang paling mengharapkan perjalanan bebas paspor di masa depan. Di Inggris dan AS, orang-orang kurang mengharapkan kemajuan ini dengan hanya satu dari lima responden yang memperkirakan tren ini akan menjadi standar dalam dekade berikutnya.

Bagikan Berita :