​Sebulan Gabung GO-FOOD Festival, UMKM Akui Pendapatan Meningkat

GO-FOOD Festival, festival kuliner yang diadakan oleh GO-JEK, berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Penyelenggara menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 3.000 orang mengunjungi GO-FOOD Festival setiap harinya, menikmati berbagai macam kuliner favorit GO-FOOD sembari menikmati acara berkonsep foodtainment ini. Dengan konsep itu, secara kumulatif, para mitra UMKM berhasil menjual lebih dari 40.000 makanan dan minuman di GO-FOOD Festival.

Para pengusaha UMKM kuliner yang bergabung dalam GO-FOOD Festival mengakui bahwa pendapatannya meningkat setelah sebulan membuka kedai di acara ini. Salah satu yang merasakan dampak positif GO-FOOD festival adalah Yuni, mitra GO-FOOD penjual Bakso Goreng Bagoja. Menurutnya, GO-FOOD Festival mempermudah pihaknya memasarkan produk makanan kepada pelanggan. Yuni mengatakan rata-rata penjualan Bagoja meningkat sebesar lebih dari 16% sejak bergabung dalam gelaran GO-FOOD Festival. Menurutnya, lokasi GO-FOOD Festival yang strategis sangat membantu meningkatkan penjualan.

“GO-FOOD Festival adalah harapan baru bagi bisnis kuliner. Konsepnya rapi, sehingga pengunjung gampang untuk menikmati makanan. Ada hiburannya juga. Di sisi penjual, mengoperasikan bisnis sehari-harinya juga mudah karena hampir semua kebutuhan berjualan makanan sudah disiapkan,” tutur Yuni. Selain Bagoja, Sate Padang Ajo Raman mengaku pendapatannya meningkat sebanyak 13% dengan membuka kedai di GO-FOOD Festival.

Selain bisa berjualan kepada pembeli yang datang ke lokasi acara, para pengusaha UMKM ini juga bisa mendapatkan pembeli secara online. Masyarakat bisa juga membeli makanan yang dijual di GO-FOOD Festival melalui aplikasi GO-FOOD. Tercatat lebih dari 4.700 makanan dan minuman telah diantarkan ke pengguna lewat pesanan di GO-FOOD. Hal ini menunjukkan bahwa GO-FOOD Festival membantu meningkatkan awareness atas pengusaha UMKM kuliner yang bergabung.

“Tujuan kami mengadakan GO-FOOD Festival memang untuk membantu agar mitra UMKM meningkatkan skala bisnis dan mendapatkan dampak ekonomi yang lebih baik lagi. Dengan bergabung di GO- FOOD Festival para pengusaha kuliner UMKM bisa membuka cabang baru dan memasarkannya, tanpa perlu menyiapkan dana besar dan mencari pegawai,” ujar Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Commercial Expansion GO-JEK. “Selama ini, kami melihat perkembangan UMKM kuliner sering terganjal karena pendanaan, SDM, dan juga pengetahuan bisnis. GO-FOOD Festival menghadirkan solusi atas seluruh permasalahan tersebut,” ujar Catherine.

GO-FOOD Festival menggunakan konsep food court atau pujasera (pusat jajanan serba ada) di mana para pengusaha UMKM dapat menawarkan produk kulinernya. Yang berbeda dengan konsep food court pada umumnya, para pengusaha tidak perlu menyiapkan dana besar di muka untuk biaya sewa booth dan jasa pelayan. GO-FOOD Festival juga menyiapkan seluruh kebutuhan peralatan masak yang biasanya cukup mahal bagi para pebisnis mikro. Ke depannya, GO-FOOD Festival akan segera hadir di sejumlah wilayah di Indonesia.

Bagikan Berita :