Sehatkah Vaping Saat Berbuka Puasa?

Manfaat puasa yang utama bagi kesehatan adalah proses detoksifikasi tubuh. Namun tahukah Anda, jika aktivitas merokok tetap dilakukan, baik rokok tembakau ataupun vaping saat puasa, maka manfaat tersebut akan hilang?

Umumnya pecandu rokok lebih memilih menahan lapar dibandingkan dengan tidak merokok saat berbuka. Mereka membatalkan puasa cukup dengan minum segelas air dan sebatang rokok. Nah sebenarnya hal ini sangatlah merugikan. Sebab, manfaat kesehatan yang didapat dari puasa yang dilakukan seharian akan hilang hanya karena menghisap rokok – jenis apapun, kala berbuka puasa.

Apa saja bahaya menghisap vaping saat puasa?

Vape memang tidak mengeluarkan asap, melainkan uap. Untuk menghasilkan uap, rokok elektrik diisi dengan cairan yang mengandung nikotin, propilen glikol, zat rasa (untuk mensimulasikan rasa tembakau), dan air. Bedanya dengan rokok biasa, rokok elektrik tidak mengandung tar berbahaya dan zat aditif kimia beracun.

Namun sayangnya cairan yang dipanaskan dan mengeluarkan uap dengan mekanisme elektrik itu menimbulkan radikal bebas. Radikal bebas yang masuk ke tubuh lama-kelamaan bisa merusak sel sehat. Selain itu, penelitian menemukan, cairan vape yang dipanaskan itu menghasilkan zat yang bersifat karsinogen atau bisa memicu kanker. Uap yang terhirup juga bisa menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk.

Hampir semua rokok elektrik mengandung nikotin, bahkan beberapa produk rokok elektrik yang diklaim bebas nikotin ternyata juga mengandung nikotin. Nah, rokok elektrik ini merupakan sebuah metode baru untuk memasukkan nikotin ke dalam tubuh. Seperti telah diketahui, bahwa nikotin mengakibatkan efek buruk terhadap tubuh yang bisa mengakibatkan ketagihan. Selain itu nikotin akan merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan tekanan darah, pernapasan, serta denyut jantung.

Zat perasa untuk menghasilkan aroma buah-buahan yang beraneka ragam pun nyatanya mengandung bahan kimia yang tidak menyehatkan. Bahaya lain dari rokok elektrik adalah kemungkinannya untuk meledak. Dalam sejumlah laporan kasus, beberapa penggunanya mengalami cedera parah karena vape meledak di tangan, bahkan di mulut ketika dihisap.

Vaping saat puasa bukan cara yang tepat untuk berhenti merokok

Pada dasarnya rokok elektrik ataupun rokok tembakau, keduanya menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan Anda, entah dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jadi anggapan rokok elektrik lebih aman dibanding rokok biasa tidaklah tepat. Pasalnya, sampai saat ini rokok elektrik belum terbukti aman secara ilmiah. Jika ingin sehat, bukan mengganti rokok konvensional dengan rokok elektrik. Tapi cara paling tepat adalah dengan berhenti merokok.

Anda bisa memanfaatkan momen Ramadan untuk berhenti merokok. Pelan tapi pasti, kecanduan rokok akan dapat diredam saat kita berpuasa. Waktu merokok yang lebih sempit saat bulan puasa mungkin bisa membantu Anda mengurangi kebiasaan merokok. Memulai langkah menahan lapar serta minum akan membuat kita mulai terbiasa menjalani proses menahan segala sesuatu yang jadi kebiasaan, termasuk merokok.

Satu yang paling penting, cara yang paling ampuh untuk mensukseskan keinginan berhenti merokok adalah ada pada niatnya. Pasalnya, setiap kegiatan yang akan kita lakukan harus didasari dengan niat yang kuat untuk mencapai keberhasilan. Selain berniat untuk menjalani ibadah puasa, Anda juga harus niat untuk menahan keinginan merokok selama waktu puasa. Mungkin pada hari-hari awal bulan Ramadhan akan terasa sulit mengontrolnya karena telah terbiasa merokok, tapi seiring waktu dengan niat dan mental yang kuat pasti akan lebih mudah.

Sumber: HelloSehat

Bagikan Berita :