Datascrip dan Eaton Jalin Kerjasama untuk Hadirkan Teknologi UPS Mutakhir

Banyak masalah yang terjadi ketika aliran listrik padam atau tidak stabil. Misalnya, ketika tindakan operasi di suatu rumah sakit terhenti tiba-tiba karena ada gangguan aliran listrik. Tentu ini akan berakibat sangat fatal yang bisa menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, meski hanya berlangsung sesaat. Contoh lain, kerugian yang dialami perusahaan telekomunikasi dan juga pelanggannya jika sistem jaringan tiba-tiba terputus karena listrik padam. Bisa jutaan hingga miliaran rupiah kerugian yang ditimbulkan akibat hal ini. Kerugian juga bisa bertambah ketika aliran listrik tidak stabil sehingga mengakibatkan peralatan elektronik menjadi rusak. Inilah yang menjadi salah satu latar belakang Datascrip dan Eaton melakukan kerjasama.

Beberapa perusahaaninstansi mengharuskan aliran listrik terus terpenuhi. Bahkan 24 jam sehari tidak boleh terputus, atau disebut juga critical loads.  Ini berlaku misalnya di bisnis telekomunikasi, penyiaran, perbankan, manufaktur, transportasi, kesehatan dan perhotelan. Untuk itu, dibutuhkan pengelolaan energi/power management untuk menjaga aliran listrik tidak terputus.

Pengelolaan energi untuk mencegah terputusnya aliran listrik ketika arus utama padam yaitu dengan menggunakan Uninterruptible Power Supply (UPS). Alat ini berfungsi untuk memberikan suplai daya ketika terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba, sekaligus berfungsi sebagai stabilizer. UPS memberikan kesempatan untuk mematikan peralatan elektronik secara normal. UPS juga membantu proses pengalihan daya dari arus listrik utama ke generator set (genset) tanpa membuat kegiatan operasional terhenti.

Eaton merupakan perusahaan power management asal Amerika Serikat yang memberikan solusi penerapan UPS yang efisien kepada pelanggannya. Eaton menandatangani perjanjian kerja sama dengan Datascrip untuk menghadirkan solusi power management. Kerja sama ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan critical loads di instansi dan perusahaan yang ada di Indonesia.

“Padamnya aliran listrik pasti menimbulkan kerugian bagi perusahaan, instansi dan industri. Kerugian baik berupa gangguan operasional hingga risiko kerusakan peralatan yang ditimbulkan. Eaton merupakan perusahaan global yang telah dikenal ahli dalam pengelolaan energi listrik. Teknologi UPS yang dihadirkan Eaton melalui Datascrip di Indonesia tentu menjadi jawaban akan kebutuhan pengelolaan energi. Khususnya di perusahaan/instansi dengan critical loads tinggi,” ujar Sylvia Lionggosari – Business Unit Director pt.Datascrip.

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Datascrip dalam menghadirkan solusi power management. Ini untuk kebutuhan critical loads perusahaan di Indonesia. Teknologi UPS dari Eaton tidak hanya menjamin mencegah terjadinya downtime equipment, juga dapat meningkatkan efisiensi, andal dan tahan lama,” ujar Isabel Chong – Eaton Country Manager for Singapore, Indonesia and Malaysia.

UPS Andal dari Eaton untuk Kebutuhan Daya dan Critical Loads Tinggi

Datascrip menghadirkan solusi UPS Eaton untuk kebutuhan critical loads dan daya tinggi seperti perusahaan telekomunikasi, data center, manufaktur, rumah sakit hingga perbankan. Teknologi mutakhir pada UPS Eaton memberikan nilai tambah yaitu efisiensi, aman dan andal untuk menjamin produktivitas.

UPS Eaton ini dibekali teknologi HotSync® Paralleling untuk menjaga stabilitas daya dan mencegah terjadinya downtime equipment. Teknologi ini dapat melakukan sinkronisasi dan penyesuaian daya secara otomatis dan cepat ketika ada salah satu sistem UPS bermasalah dalam suatu sistem UPS paralel.

Adanya teknologi Energy Saver System (ESS) dapat memberikan tingkat efisien yang sangat tinggi hingga 99% dengan cara menangguhkan daya UPS pada saat tidak diperlukan. Teknologi ini juga menjamin perpindahan dari mode By Pass ke mode Double Konversi UPS hanya dalam waktu 2 millisecond, sekaligus mencegah terjadinya downtime equipment. Selain itu, untuk memaksimalkan efisiensi energi pada saat beban listrik rendah, UPS Eaton juga dibekali dengan teknologi Variable Management Modul System (VMMS).

Teknologi Advanced Battery Management (ABM®) yang digunakan pada UPS Eaton menjadikan umur baterai dua kali lebih lama dari baterai biasa. Teknologi ini dapat mengatur secara otomatis waktu pengisian sebelum daya habis dan memastikan baterai dalam kondisi penuh.

Eaton
Tampak pada gambar (kiri ke kanan): Hardi Widjaja – Marketing Manager Datascrip, Sylvia Lionggosari – Direktur Datascrip, Sugiharso – Marketing Executive Datascrip dan Isabel Chong – Eaton Country Manager for Singapore, Indonesia and Malaysia

Sumber Penghasilan Tambahan

UPS Eaton ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan tambahan dengan menjadikannya distribusi sumber energi/distributed energy resource melalui solusi Eaton EnergyAware. Berdasarkan data riset Gartner biaya listrik terus meroket. Energi menempati urutan kedua setelah tenaga kerja, sebagai biaya tertinggi pada sebuah perusahaan. Namun, dengan solusi Eaton EnergyAware ini dapat membantu perusahaan lebih efisien dengan mengoptimalkan sumber listrik dari UPS. Operator distribusi sumber energi dapat mengelola banyak aset di satu gedung/lingkungan sekitar untuk mengatur distribusi energi dalam satu kesatuan. Mereka memiliki kendali terhadap waktu dan jumlah daya yang akan disalurkan. Solusi ini dapat digunakan pada saat beban puncak dari sumber energi utama. Dengan begitu, hal ini dapat menurunkan biaya tagihan listrik, sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan dengan mendistribusikan energi ke lingkungan sekitar.

Solusi Eaton EnergyAware ini didukung dengan penggunaan baterai Lithium-ion yang memberikan masa pakai lebih lama atau delapan kali siklus baterai VRLA yang masih digunakan pada teknologi UPS lama. Selain ramah lingkungan karena mengurangi siklus pergantian baterai, pemanfaatan perangkat penyimpan energi ini dapat mengoptimalkan penggunaan listrik dan menurunkan biaya tagihan listrik perusahaan. Tahun 2020 ini, Eaton merupakan perusahaan pengelolaan energi pertama yang menggabungkan teknologi Lithium-ion Battery dengan UPS berkapasitas 1200 KW di industri Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Indonesia.

Bagikan Berita :