Indodax Catat Prestasi, Capai 2 Juta Member

Ditengah situasi pandemi Covid-19 ini, Indodax justru mencapai sebuah prestasi. Anggota (Member) Indodax telah menyentuh angka 2 juta. Prestasi ini sekaligus menandakan Indodax menjadi platform perdagangan bitcoin untuk semua lapisan masyarakat di Indonesia.

“Pencapaian 2 juta member ini menambah deretan prestasi Indoda selama tahun 2020. Sebelumnya kami mendapatkan award dan pendaftaran perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Bursa Berjangka serta berbagai agensi lainnya,” kata Oscar Darmawan, CEO Indodax.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah menggunakan Indodax. Pencapaian 2 juta member ini hal yang tidak mudah dan juga menandakan bahwa Indodax dipercaya oleh masyarakat Indonesia,” lanjut Oscar.

Kebijakan Baru dari Indodax

Awal April kemarin, Indodax juga mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat mempermudah masyarakat Indonesia untuk berinvestasi atau trading. Kini, investasi bisa dilakukan walau hanya dengan Rp 10 ribu saja.

Kemudian, dalam rangka memperluas jangkauannya, Indodax juga telah bekerjasama dengan payment gateway untuk lebih mudah menjangkau calon investor atau investor menempatkan uangnya. Saat ini, investor atau trader bisa meletakkan deposit dengan membayar di gerai Alfa Mart seluruh Indonesia. Inovasi Indodax tidak berhenti disini, Indodax juga akan terus menggandeng merchant lain untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Dengan pencapaian di awal tahun dan program-program tersebut, Oscar Darmawan berharap pemahaman masyarakat Indonesia tentang bitcoin dan aset kripto lainnya bisa meningkat khususnya. Karena di Indonesia sekarang, Bitcoin sudah dianggap sebagai salah satu komoditas yang diakui.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Berinvestasi Bitcoin?

Di kesempatan yang sama, Oscar Darmawan juga mengungkapkan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi bitcoin. Mengapa? Hal ini karena produk bitcoin merupakan produk yang tidak terpengaruh dengan kebijakan pemerintah dan global, seperti saat wabah Corona berlangsung. Pengaruh hanya ada dari supply dan demand dari aset kripto sendiri.

Kenyataan ini tentunya sama dengan analisis dari Bloomberg terbaru. Menurut Bloomberg, bitcoin sudah mulai memasuki fase bullish sebagaimana terjadi di tahun 2017. Kenaikan bitcoin cenderung lebih wajar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini menandakan pasar perdagangan bitcoin kini jauh lebih dewasa.

“Bitcoin benar-benar bertransformasi menjadi Emas Digital dan terbukti saat resesi, seperti corona sekarang. Hanya aset berbasis Bitcoin dan Emas yang mampu bertahan dibandingkan aset lainnya yang berjatuhan secara drastis dan memerlukan bailout dari pemerintah,” tutup Oscar Darmawan.

 

Bagikan Berita :